Friday, 18 July 2014

Cinto Kito



Kasih, Biarlah riuh gelombang riak menapar bibir pantai, biarkan bayu menganyunkan kesepian nyiur, nyanyian jengkrik tak bermelodi hingga mentari kembali keperaduan menjadi pertanda pergantian waktu. itu tak lagi peduli bagiku jika hati tepaut ikatan bathin. kisah ini akan jadi prasasti bersejarah dalam hidup walupun samudra tak bertepi..

maukah kau menikah denganku..??











Thursday, 17 July 2014

Jawaban Hati Yang Mencinta



Hati yang masih dalam perjuangan menggapai ridhoNya. Aku, aku bukanlah wanita yang selama ini kamu idam-idamkan yang kelak akan dipajang di istana cinta jadi penghias dari kegersangan permadani di kerajaan cintamu.

Namun aku mengerti, aku disini dan aku mencintaimu apapun adanya kamu dengan segala kurangamu dan biarlah tulusku yang mencintaimu.
Banyak sekali yang ingin aku ungkapkan secara lansung di hadapanmu nanti, setelah aku menjadi halal bagimu.
Seringnya kau patahkan aku, aku bertahan, karena ada kejujuranku untuk menyayangi. Luka itu memang sakit, akan tetapi lebih sakit lagi jika aku membohongi diriku. Rasa itu bercampur baur, terkadang duka, terkadang kecewa. Namun ada pula rasa percaya diantara sejuta ragu, ada setitik cahaya digelapnya cakrawala.
Itu membuatku banyak belajar, belajar lebih dewasa, belajar menjadi jiwa yang sabar atas segala penantian dan pengertian dan pengertian sekecil apapun itu karena harapan akan tetap menjadi harapan.
Jikapun harus ada cairan bening yang keluar dari mata indahku, maka biarkanlah ia menjadi teman sedihku untuk menyayangimu. Jika ada rasa sakit mendera, maka biarlah ia menjadi teman setiaku untuk bertahan atas segala kejujuranku.
Dalam sujudku padaNya kutitipkan do'a dan pintaku. Ku tegarkan, segala kerapuhanku kan ku indahkan segala kesedihan. Bahagiamu adalah do'a dan harapanku. Senyummu, menjadi cita-cita dimana aku bisa merasakannya itu tulus hanya untukmu

Ditulis oleh putri cantik calon permaisuri kerajaan cinta. Fadhilla Zusande Tulus